Asisten Pelatih Persipura Jayapura, Anton Imbenai, pada konferensi pers memprotes tindakan tidak terpuji oknum Aremania yang melakukan ejekan dan teriakan yang menjurus rasial.

Asisten pelatih Persipura Jayapura, Anton Imbenai
Baca juga:
Komentar Robert Alberts dan Jacksen F Tiago
Review pertandingan Arema vs Persipura 2-1
“Selama ini kami menganggap Aremania merupakan suporter terbaik di negeri in. Tidak sepantasnya mereka meneriakkan kata-kata yang menyinggung perasaan kami,” ujar Anton dalam keterangan pers usai pertandingan.
“Kita semua ini satu bangsa. Hanya kulit kami saja yang berbeda. Jadi, tolong jangan diejek kami dengan kata-kata seperti itu,”

Pintu ruang ganti Stadion Kanjuruhan yang dirusak pemain Persipura
Anton mengatakan, persepakbolaan tanah air bisa tercederai dengan perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab seperti itu.
Untuk itu, dirinya meminta Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan segera menindak oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut.
“Hadiah terindah bagi bangsa Indonesia dalam sepak bola adalah persahabatan. Janganlah arti persahabatan itu dinodai dengan perkataan yang kurang sopan dan berbau rasisme,” kata Anton.


Beberapa fasilitas di ruang ganti pemain yang dirusak Persipura
Akibat ejekan yang menyakitkan hati itu, emosi pemain pun memuncak sehingga beberapa pintu di stadion jebol karena ditendang pemain Persipura, termasuk ruang ganti pemain.
Menanggapi hal itu, Panpel Arema, M. Haris, mengatakan bahwa jika dirinya selaku penyelenggara meminta maaf atas semua insiden yang terjadi.
“Kami sudah bekerja maksimal. Tapi kalau ada oknum yang berbuat seperti itu, kami juga tidak bisa mencegah dan itu di luar kuasa kami selaku penyelenggara,” katanya.

Ketua Panpel Arema, M. Haris, saat memberi keterangan kepada wartawan
Mengenai kerusakan beberapa bagian stadion dan ruang ganti pemain, Haris mengaku pihaknya masih akan menginventarisir semua kerusakan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
Sementara itu salah satu perwakilan PT Liga Indonesia usai pertandingan kepada ONGISNADE mengatakan, pihaknya tidak mendengar atau mengetahui adanya tindakan rasial dari oknum suporter Aremania.
“Tapi bila pihak Persipura mengalami perlakuan seperti itu, mereka harus melaporkan secara tertulis ke Pengawas Pertandingan (PP) dengan surat yang akan dikirim ke PT LI,” ujarnya. (ant/onn/zul)
















