Arema Indonesia vs Persela Lamongan 1-0 (0-0)
Kemenangan tipis 1-0 Arema atas Persela berkat gol tunggal M Fakhrudin menyempurnakan perjalanan Arema ke perempatfinal Piala Indonesia 2010 sebagai juara grup dengan poin sempurna dan selalu clean sheet.

Striker Arema, Dendi Santoso, harus mendapat kawalan dua pemain Persela. (foto: Adi Kusumajaya)
Pencetak Gol: M Fakhrudin 75 (Arema)
Susunan Pemain
Arema: 45-Aji Saka, 2-Purwaka, 27-Waluyo, 37-Juan Revi, 30-Hermawan, 17-Esteban (19-Ahmad Bustomi), 11-Tommy Pranata, 4-Jalaludin Main, 10-Roni Firmansyah, 41-Dendi Santoso (6-Ridhuan), 14-Rahmat Afandi (5-Fakhrudin)
cadangan: 1-Kurnia Meiga, 21-Irfan Raditya, 20-Johan Farizi, 15-Sunarto
Persela: 77-Dedy Iman, 24-FX Yanuar, 14-Khomat Suharto, 5-Taufik Kasrun, 22-Danu Rosade, 17-Martin Zada, 88-Tomoaki Komorida, 18-Dicky Firasat (17-Tommy Rifka), 19-Jimy Suparno, 10-Kurniawan DY (9-Samsul Arif), 90-Franco Hita (7-Amsar Reza)
cadangan: 72-Fauzal Mubaroq, 2-Zaenal Arifin, 8-Andro Levandy, 20-Zaenal Abidin
Pre Match
Seperti prediksi semula, pelatih Arema Robert Alberts menyimpan komposisi terbaiknya untuk pertandingan krusial hari Minggu menghadapi Persisam Samarinda. Esteban menjadi satu-satunya pemain asing di posisi starting lineup, sementara Ridhuan Muhamad berada di bangku cadangan.
Kiper muda Aji Saka mendapat kepercayaan di bawah mistar gawang Arema, sementara posisi back four Arema diisi pemain lokal Purwaka, Waluyo, Juan Revi, dan Hermawan. Di tengah, Tommy Pranata, Esteban, dan Roni Firmansyah menjadi pemain jangkar dengan Dendi Santoso lebih bermain di sayap didukung Jalal Main serta striker tunggal Rahmat Afandi.

Tendangan bebas Martin Zada yang belum mampu membobol gawang Arema yang dikawal kiper muda Aji Saka. (foto: Zul)
Di kubu Persela menurunkan tiga pemain impor mereka sesuai kuota Piala Indonesia, yakni Tomoaki Komorida, Martin Zada, dan mantan striker Arema yang pernah memberi gelar Copa Indonesia, Franco Hita.
Match Report
Pertandingan berjalan dalam tempo lambat pada lima belas menit awal pertandingan karena Arema memang telah dipastikan lolos ke babak berikutnya, sedangkan asa Persela untuk lolos dari Grup L harus ditentukan hasil pertandingan pada waktu yang sama di Stadion Gajayana antara Pelita Jaya vs Persidafon Dafonsoro.
Tim tamu Persela yang menurunkan sejumlah pemain inti justru lebih banyak menciptakan peluang melalui tendangan Martin Zada dan Franco Hita yang masih melebar di samping gawang Aji Saka.
Peluang terbaik Arema yang diperoleh Jalaludin Main masih belum bisa menembus gawang Persela ketika tendangan reboundnya memanfaatkan bola muntah tendangan Dendi Santoso mampu dihalau Dedy Iman.

Kapten Arema, Jalaludin Main, berusaha melewati hadangan pemain Persela, Khomat Suharto. (foto: Zul)
Dedy Iman beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang dengan mementahkan peluang dari Dendi Santoso dan Hermawan yang membuat babak pertama berakhir imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, Persela Lamongan melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Tommy Rifka menggantikan Dicky Firasat. Persela kemudian juga memasukkan Samsul Arif untuk menambah daya serang Laskar Joko Tingkir.
Sementara itu Arema yang sempat kesulitan menembus lini pertahanan FX Yanuar dkk melakukan beberapa pergantian dengan menarik keluar Esteban yang diganti Ahmad Bustomi serta masuknya M Fakhrudin menggantikan Rahmat Afandi.
Salah satu peluang terbaik Arema di babak kedua adalah ketika bola tendangan Hermawan hanya membentur tiang gawang Persela.
Setelah beberapa peluang Arema melalui Dendi Santoso dan Jalal Main gagal mengarah ke gawang Dedy Iman, pemain yang baru masuk M Fakhrudin memecah kebuntuan Arema melalui golnya di menit 75.

M Fakhrudin, satu gol yang memberi nilai sempurna Arema. (foto: Adi Kusumajaya)
Berawal dari serangan Arema dari sisi kiri pertahanan Persela, bola dari Jalaludin Main diteruskan M Fakhrudin yang berdiri di depan gawang dan dengan mudah menceploskan bola ke gawang Dedy Iman. Sebuah gol kemenangan yang tentu saja diiringi selebrasi goyang gergaji khas Fakhrudin.
Meski telah unggul, Arema tidak mengendurkan serangan dan bahkan memasukkan winger lincah asal Singapura, Ridhuan Muhamad. Masuknya Ridhuan membuat serangan Arema daru sayap kanan semakin tajam, namun banyak peluang Arema yang gagal menjadi gol.
Hingga wasit mengakhiri pertandingan, Arema mampu mempertahankan keunggulan dan mencatat kemenangan ketiga di babak 16 besar sekaligus belum pernah kebobolan sau gol pun (clean sheet) di Grup L.
Arema ditemani Pelita Jaya yang juga lolos ke delapan besar usai mengalahkan Persidafon Dafonsoro dengan skor 1-0 di Stadion Gajayana. (onn/zul)
















