Piala Dunia 2010 menjadi ajang menguntungkan bagi jejaring sosial, namun Twitter mengalami gangguan karena kelebihan kapasitas.
Presiden FIFA, Sepp Blatter, bahkan membuat akun Twitter dengan maksud mendekatkan diri dengan suporter selama Piala Dunia 2010. Akun Twitter Sepp Blatter bisa diakses di situs resmi FIFA.

Ikutan Nge-Tweet: Presiden FIFA Sepp Blatter bersama Presiden Meksiko Felipe Calderon (kiri) dan Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma (kanan) pada seremonial dan pertandingan pembuka Piala Dunia 2010
Felipe Calderon, president of Mexico, Sepp Blatter, president of FIFA, Jacob Zuma, president of South Africa at the opening ceremony of the World Cup 2010, held at Soccer City Stadium in Johannesburg, followed by the first game, South Africa – Mexico.
“Tahun ini adalah pertama kalinya bagi ajang Piala Dunia dimana jejaring sosial memiliki peranan penting menyatukan semua penggemar di seluruh dunia,” kata Blatter.
Follow Twitter Ongisnade di www.twitter.com/OngisnadeNet
FIFA sendiri juga menyediakan informasi terbaru mengenai pertandingan Piala Dunia 2010 lewat Twitter dan banyak pemain-pemain negara peserta juga ikut meramaikan jejaring sosial ini dengan komentar-komentar mereka.
Namun banyaknya pengguna yang mengakses Piala Dunia di Twitter membuat jejaring sosial ini kelebihan kapasitas. Padahal dalam situs khususnya itu, Twitter menampilkan komentar-komentar pemain dan daftar akun-akun terkenal yang bisa diikuti selama turnamen.
Ketika sedang kelebihan kapasitas, semua fasilitas di Twitter tidak berfungsi dan digantikan tampilan gambar “ikan paus” dengan tulisan “Twitter sedang kelebihan kapasitas”.

Tampilan halaman Twitter “edisi khusus” Piala Dunia 2010
“Kami sedang memperbaiki sistem internal saat ini supaya bisa lebih stabil saat sedang banyak pelanggan mengakses Twitter,” kata juru bicara Twitter, Sean Garrett.
“Kami sudah memikirkan solusi jangka panjang bagi masalah ini, tapi sekarang kami dalam tahap membuat penyesuaian untuk meningkatkan kapasitas dan menghindari kerusakan selama Piala Dunia berlangsung,” tambahnya.

Over Capacity: Tampilan Twitter saat berisi pesan “Too many Tweets!”
Pemain bintang seperti Kaka, Luis Fabiano, Nicolas Anelka, Diego Forlan serta separuh dari anggota tim Amerika Serikat diketahui merupakan pengguna Tweeter.
Kaka sempat membuat pesan “I love you” untuk istrinya Caroline sementara pencetak gol Italia saat melawan Paraguay Guiseppe Rossi membuat status “Sangat menikmati suasana disini. Siap untuk tantangan selanjutnya”.
“Halo semuanya mulai hari ini kami tidak bisa terhubung dengan anda hingga akhir Piala Dunia nanti. Saya akan ceritakan kepada anda mengenai pengalaman disana saat saya kembali nanti. Salam” tulis bek Spanyol Carels Puyol di akun Twitternya.
Meski begitu, beberapa pelatih tim peserta Piala Dunia 2010 melarang pemainnya menggunakan jejaring sosial selama turnamen.
Pelatih Inggris Fabio Capello juga melakukan hal serupa sementara tim Belanda bahkan telah menuai kontroversi karena Twitter.
Beberapa waktu lalu dalam percakapan lewat Twitter, penyerang Eljero Elia (foto kiri) membuat komentar rasis terhadap salah satu rekannya yang diindikasikan menghina Moroccans, komunitas rakyat Maroko di Belanda.
Komentar yang sebenarnya ditujukan untuk teman ini sontak membuat heboh negeri Belanda sehingga pelatih Bert van Marwijk pun mengharamkan pemainnya menggunakan situs jejaring sosial sejak saat itu.
Elia yang meminta maaf di depan media Belanda setelah kehebohan itu mengatakan dirinya bukanlah seorang rasialis dan komentar di Twitter itu hanyalah percakapan bercanda antar teman yang sebelumnya mengejek Elia dengan sebutan “negro”.
“Kami telah meremehkan implikasi negatif alat komunikasi. Kami sebenarnya ingin memberi kebebasan pada pemain dengan harapan mereka menggunakannya dengan bertanggung jawab. Sayang sekali akhirnya kami tidak bisa lagi mengizinkan mereka berkomunikasi menggunakan jejaring sosial lagi,” kata juru bicara tim Belanda, Kees Jansma.

Follow Twitter Ongisnade di www.twitter.com/OngisnadeNet












