Melihat kembali aksi-aksi Ridhuan Muhamad dkk dan drama lainnya pada laga final Piala Indonesia 2010 dalam rekaman lensa Ongisnade.

Trofi Piala Indonesia, akhirnya jadi milik Sriwijaya FC

Sambutan hangat dan persaudaraan dari Pasoepati

Ucapan terima kasih untuk Robert Alberts dari Aremania Amsterdam

Kapolda Jawa Tengah yang banyak disorot pada partai final Piala Indonesia 2010

Robert Alberts, sukses membawa Arema ke final Piala Indonesia

Salah satu dukungan dari Aremania di Stadion Manahan

Roman Chmelo berusaha merebut bola dari penguasaan pemain Sriwijaya FC, Ambrizal

Kiper Sriwijaya FC Ferry Rotinsulu tergeletak cedera serelah bertabrakan dengan striker Arema Noh Alam Shah

Ridhuan Muhamad sempat mencetak gol yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1

Roman Chmelo (kanan) menjadi striker tunggal Arema setelah Noh Alam Shah dikartu merah wasit Jimmy Napitupulu

Eksis: Pemain-pemain cadangan Arema di bench pemain saat menunggu dimulainya babak kedua

Pavel Solomin dkk menunggu pertandingan kembali dilanjutkan

Robert Alberts bersama Rahmad Darmawan berkeliling lapangan melambaikan tangan kepada suporter

Jeda pertandingan menjadi saat yang tepat bagi Arif Suyono untuk “reuni” sejenak dengan Dendi Santoso dan Roni Firmansyah

Pemain-pemain Arema memasuki lapangan pada babak kedua dengan saling bergandengan tangan

Duel antara Ambrizal dengan Roman Chmelo

Irfan Raditya, Roman Chmelo, dan Ahmad Bustomi merayakan gol Arema yang dicetak Ridhuan Muhamad

Suporter Sriwijaya FC merayakan kemenangan timnya atas Arema sekaligus hat-trick juara Piala Indonesia

Gelar terakhir: Rahmad Darmawan memeluk ofisial Sriwijaya FC

Ekspresi kekecewaan asisten pelatih Arema Listiadi serta pemain-pemain Arema seperti Kurnia Meiga, Ahmad Bustomi, dan Rahmat Afandi

Gagal juara: Roman, Dendi, dan Ridhuan, kalah 1-2 dari Sriwijaya FC

Zulkifli bersama pemain-pemain Arema lainnya usai menerima medali runner-up

Roman Chmelo usai menerima medali runner up
(foto-foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)












