Arema Indonesia 1, Pelita Jaya 0
Penalti kontroversial yang diberikan wasit Najamudin Aspiran berhasil dikonversi menjadi gol oleh Pierre Njanka dan menjadi satu-satunya gol di Stadion Kanjuruhan, Rabu (4/11).

Penalti Pierre Njanka ke gawang Pelita Jaya menjadi gol tunggal kemenangan Arema pada pertandingan terakhir sebelum libur kompetisi. (foto: Adi Kusumajaya)
Arema yang kembali diperkuat striker Noh Alam Shah setelah bebas dari akumulasi kartu langsung mengambil inisiatif serangan pada awal babak pertama. Serangan Arema banyak bertumpu pada Esteban di tengah dan Ridhuan di sayap kanan.
Namun justru Pelita Jaya yang memperoleh peluang pertama melalui tendangan striker asing mereka, Walter Brizuela, yang masih melebar di samping kanan gawang Kurnia Meiga.
Hingga 15 menit awal pertandingan, Pelita Jaya lebih menguasai permainan dan ball possession serta menghasilkan sejumlah peluang, namun beberapa kali dapat digagalkan lini belakang Arema yang digalang Pierre Njanka dan Purwaka.
Insiden pecah di menit ke 20 saat wasit Najamudin Aspiran menunjuk titik putih setelah Esteban terjatuh di kotak penalti. Merasa tak ada pelanggaran, pemain-pemain Pelita pun melakukan aksi protes keras kepada wasit. Seluruh pemain Pelita bahkan sempat menepi dan tidak melanjutkan pertandingan.
Pertandingan dilanjutkan setelah terhenti sekitar sepuluh menit, dan wasit tetap memberikan penalti untuk Arema yang dieksekusi sempurna oleh Pierre Njanka. Gol 1-0 untuk Arema.
Tak ada selebrasi berlebihan dari Pierre Njanka dan pemain-pemain Arema lainnya. Pertandingan dilanjutkan kembali dan pemain-pemain Pelita yang sempat down justru tetap menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali serangan dari Brizuela, Ramires, dan Egi Melgiansyah mengancam gawang Arema.
Namun hingga berakhirnya tujuh menit injury time babak pertama, skor 1-0 tetap bertahan untuk keunggulan Arema.
Sebelum kick off babak kedua, pelatih Arema Miroslav Janu mengganti Noh Alam Shah dengan Yongki Aribowo. Keluarnya Along membuat serangan Arema kurang berkembang di awal babak kedua, bahkan Esteban sering naik ke kotak penalti lawan sebagai target man.
Pelita Jaya yang tertinggal satu gol berusaha membalas dan sempat mendapatkan peluang emas ketika kemelut di depan gawang Kurnia Meiga berakhir dengan tendangan keras Egi Melgiansyah namun masih melambung di atas gawang Arema.
Pelita juga beberapa kali mendapat tendangan bebas di sekitar kotak penalti Arema, namun tendangan dari Brizuela dan Egi belum mampu menembus gawang Arema.
Meski jarang melakukan shot on goal, Arema sempat mengancam gawang Pelita melalui kecepatan Yongki Aribowo dari sayap kanan, namun tendangannya dapat diblok pemain belakang Pelita dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Secara keseluruhan, permainan Arema pada babak kedua cenderung menurun dan kurang berkembang. Bahkan tidak sedikit Aremania yang meneriakkan nada kekecewaan terhadap permainan Arema. Tim tamu Pelita justru mampu memainkan ball possession dan menguasai pertandingan.
Meski demikian, hingga pertandingan berakhir Arema mampu mempertahankan keunggulan dan meraih tiga poin penting sebelum libur kompetisi hingga Januari nanti.
Starting lineup:
Arema: 1-Meiga, 24-Njanka, 2-Purwaka, 3-Zulkifli, 7-Beni, 19-Bustomi, 17-Esteban, 77-Juan Revi, 6-Ridhuan, 41-Dendi, 12-Alam Shah
cadangan: 31-Ahmad Kurniawan, 20-Alfarizi, 27-Waluyo, 18-Roni, 5-Fakhrudin, 23-Yongki, 99-Amirudin
Pelita: 1-Made Kadek Wardana, 22-Ardan Aras, 5-Adi Hafid, 3-Shiba, 28-Abdul Rahman, 14-Ruben Sanadi, 27-Mustopa Aji, 8-Egi, 24-Coulibaly, 18-Ramires, 7-Brizuela
cadangan: 30-M Rahman, 2-Gilang, 19-Ipan, 9-Joko Sasangko, 4-Riandi, 6-Sakai, 15-Jajang
















