“Kacang tidak lupa dengan kulitnya.” Mungkin itulah pepatah yang tepat untuk menggambarkan alasan Irfan Bachdim tetap memilih Persema Malang sebagai pelabuhan karirnya, meski mendapat ancaman dari berbagai pihak.

Rendah Hati. Irfan Bachdim dalam preskon di Balaikota Malang. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Dalam acara konferensi pers yang diadakan di Balaikota Malang, Selasa (04/01) Irfan mengungkapkan bahwa dia lebih memilih Persema ketimbang menuruti ancaman PSSI maupun segelintir orang yang memintanya hengkang dari klub berjuluk Laskar Ken Arok itu.
“Menurut saya, Persema merupakan tempat terbaik bagi saya untuk pemain. Ini merupakan tempat saya mengawali karir saya di Indonesia dan saya tidak pernah melupakan hal ini,” ungkap pemain kelahiran 11 Agustus 1988 ini.
“Bagi saya, Persema kini merupakan keluarga baru saya. Saya hanya ingin bermain bersama mereka,” pungkas Irfan.
Memang, bagi Irfan, Persema bisa dikatakan penyelamat mimpinya bermain di Indonesia. Setelah sempat ditolak oleh Persib dan Persija, Irfan mampu memikat pelatih Persema, Timo Scheunemann. Usai gelaran Charity Games yang digelar di Malang dan Surabaya, Irfan resmi dipinang Persema. (onn/den/lia)














