Selain permainan keras dan terbuka di lapangan, laga Persib Bandung kontra Arema di Stadion Siliwangi (23/1) juga diwarnai kericuhan dan sempat dihentikan lebih dari 20 menit.

Sejak menit awal, pertandingan berlangsung seru. Meski sebagai tamu, pemain-pemain Arema memperagakan permainan terbuka dan sukses menciptakan peluang-peluang dari kedua belah pihak datang silih berganti.
Baru menit kelima, mantan striker Arema, Rahmad Afandi sudah membahayakan gawang Arema yang dijaga Kurnia Mega. Beruntung, tendangannya jauh melampaui mistar. Menit 20, giliran Arema yang mendapat peluang. Roman Chmelo yang melakukan shooting masih berhasil diatasi kiper Persib, Markus Haris Maulana.
Menit 39, Persib kembali mendapat peluang. Kali ini, tandukan Pablo Frances hanya melambung tipis di atas gawang Arema. Sampai babak pertama berakhir, kedudukan masih imbang tanpa gol.
Memasuki babak kedua, permainan terbuka tetap diperagakan kedua tim. Arema berhasil mencuri gol di menit 60. Gol berawal dari tendangan bebas yang dieksekusi Esteban Guillen dan mengakibatkan kemelut di depan gawang. Roman Chmelo akhirnya berhasil mencuri bola liar di dalam kotak 16 serta gagal diantisipasi Markus.
Lima menit kemudian, pertandingan dihentikan karena terjadi insiden tabrakan antara Ridhuan Muhamad dengan Wildansyah. Akibat benturan, Wildanysah jatuh terkapar. Wasit Najamuddin Aspiran lantas menghadiahi Ridhuan dengan straight-red card. Keputusan wasit pun mendapat protes dari pemain Arema. Salah satunya dari pemain asal Singapura sekaligus kapten, Noh Alam Shah.
Penonton rupanya sudah tak terkendali untuk berbuat di luar batas dalam laga yang cukup keras tersebut. Penonton melempari pemain Arema dengan botol-botol minuman. Kembang api beberapa kali meledak di atas lapangan. Tampak pula kobaran api di pinggir lapangan.
Suasana sempat mereda, setelah manajer tim Persib H. Umuh Muhtar berorasi menenangkan penonton. Namun kondisi kembali tak terkendali ketika polisi mengejar penonton dari tribun Utara. Bahkan striker Persib, Fabio Franches juga sempat dikejar petugas sehingga diamankan oleh anggota Provost Polrestabes Bandung.
Setelah lebih dari 20 menit, pertandingan dilanjutkan. Arema harus bermain dengan 10 pemain. Akibatnya, Persib lebih mendominasi permainan dan Atep berhasil menyamakan kedudukan di menit 77.
Gol mantan gelandang Persija itu bermula dari umpan lambung dari Hariono. Bola dikontrol Atep dengan dada lantas diteruskan oleh shooting keras ke gawang Kurnia Mega. Kedudukan imbang 1-1 pun bertahan hingga akhir laga.
Pada akhir pertandingan, lagi-lagi terjadi kericuhan, peluit panjang yang dibunyikan wasit Najamudin diprotes karena dianggap dilakukan lebih cepat dari waktu berjalan. Protes para pemain Persib tak terelakan lagi dan mengerubungi wasit Najamudin. Namun wasit tetap pada keputusannya.
Sejumlah bobotoh yang menerobos ke lapangan, bahkan sempat mengejar dan memukuli wasit Najamudin yang berada dalam pengawalan petugas kepolisian menuju ruang ganti.
Pengawalan juga dilakukan kepada dua assisten wasit dan wasit cadangan. Wakil Gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf turun tangan dengan berorasi dan menenangkan penonton agar tidak melakukan kerusuhan yang lebih jauh lagi. Dede meminta penonton untuk pulang dan tidak melakukan sesuatu yang bisa merugikan bagi Persib dan Kota Bandung. (ant/onn/ale)
















