Permainan ofensif ditunjukkan kedua kesebalasan sejak menit awal. Di hadapan 30.000 lebih Aremania, permainan agresif ditunjukkan anak asuh Miroslav Janu.

Super-Sub. Sunarto, pencetak gol kemenangan Ongis Nade. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Hasilnya, saat peluit babak pertama ditiup, Arema nyaris menggetarkan gawang Persipura yang dijaga Yoo Jae Dhon. Tendangan keras dari luar kotak penalti Roman Chmelo, masih tipis di sisi kiri jala anak-anak Mutiara Hitam.
Jual beli serangan terus terjadi. Di menit ke 6, striker mungil Arema, TA Musafri nyaris membuat seluruh penonton di Stadion Kanjuruhan bersorak. Sundulannya masih mengenai mistar gawang saat umpan lambung dari M Ridhuan, bisa dijangkauannya.
Sampai pertengahan menit ke 15 babak pertama, belum satu gol pun yang tercipta. Wasit Oka Dwi Putra terpaksa memberikan kartu kuning pada pemain tengah Arema, Esteban Guillen. Esteban diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran pada menit ke 21.
Pertandingan sempat terhenti beberapa menit pada menit ke 30. Masalahnya, satu pemain Arema yakni Noh Alam Shah dituding para pemain Persipura sengaja mendorong bola dengan tangan saat tendangan keras Esteban terjadi.
Protes dari official dan pelatih Persipura sempat menahan jalannya pertandingan beberapa saat. Namun, pertandingan akhirnya tetap dilanjutkan.
Keasyikan menyerang membuat anak-anak Singo Edan lupa akan lini pertahanannya. Hasilnya, gelandang serang yang punya skill mumpuni Zah Rahan, nyaris menjaringkan sebiji gol. Dengan solo run, dia mampu mengecoh para pemain belakang Arema. Beruntung, bola yang lepas dari kaki Zah Rahan, akhirnya dicocor pemain belakang Arema dan hanya menghasilkan tendangan sudut tanpa membuahkan gol.
Hingga peluit babak pertama berakhir, Arema tak mampu menyarangkan gol. Meski Miroslav Janu menurunkan trisula Roman-Alam Shah- Musafri, lini belakang Persipura yang digalang Hamka Hamzah masih terlalu sulit ditembus.
Memasuki awal babak kedua, inisiatif serangan nampaknya mulai dibangun oleh anak asuh Jacksen F Tiago. Menarik keluar Boaz Salossa dan memasukkan Lucas Mandowen, permainan Persipura mulai berkembang.
Lewat gelandang serang Zah Rahan Krangar, para pemain belakang Arema dibuat kerepotan. Hasilnya, saat babak kedua baru berjalan empat menit, sudah dua kali aksi brilian mantan pemain Sriwijaya FC dan Persekabpas Pasuruan itu menyulitkan pertahanan Arema.
Hingga menit ke 57, dominasi Zah Rahan menjadi motor serangan bagi Tim Mutiara Hitam terus berlanjut. Aksi individunya yang berlari dari sayap kanan, selalu gagal dihentikan para pemain belakang Arema. Bahkan, umpan silang Zah Rahan dimenit itu, nyaris dimanfaatkan cukup bagus oleh Lucas. Sayang, sundulannya masih lemah dan bisa ditangkap Achmad Kurniawan.
Dianggap mengulur-ngulur waktu saat mendapatkan tendangan pojok, Zah Rahan harus menerima kartu kuning pada menit 66. Mendapat tekanan tanpa henti, Miroslav Janu akhirnya menarik keluar TA Musafri pada menit 71. Mantan tukang gedor Persiba Balikpapan itu digantikan Amiruddin.
Sampai menit 76, kedua kesebelasan masih tetap memperagakan permainan terbuka. Bahkan, meski menyandang predikat tim tamu, kecepatan para pemain Persipura melalui para pemain tengah dan kedua sayapnya, sangat merepotkan pertahanan Singo Edan. Dua menit berselang kapten Arema, Noh Alam Shah terpaksa harus ditandu keluar lapangan akibat cedera. Along digantikan oleh Sunarto, ‘young guns’ yang performanya tengah menunjukkan tren positif.
Suntikan nafas baru Arema itu tak juga membuahkan hasil. Keberanian para pemain Persipura dalam memainkan bola dikotak penalti Arema, menandakan anak asuh Miroslav Janu sedikit kedodoran.
Tepat dimenit 87 Janu sempat menarik keluar Beni Wahyudi. Berharap bisa mencuri satu gol lewat hadirnya Juan Revi, alur serangan masih berputar-putar pada tengah lapangan. Seisi Stadion Kanjuruhan akhirnya bergemuruh manakala menit ke 88, pemain anyar yang baru masuk menggantikan Along yakni Sunarto, merobek jala Persipura. Gol tercipta berkat tusukan Amirudin yang mendribel bola sampai ke kotak penalti.
Pemain belakang Persipura yang kalah dalam perebutan bola, membuat Amirudin melakukan tendangan kaki kanan. Tepisan bola penjaga gawang Yoo Jae Hoon akhirnya disambut tendangan keras Sunarto dan merubah kedudukan menjadi 1-0 untuk Singo Edan. Hingga peluit babak kedua berakhir, skor tetap tak berubah dan membuat Arema merengkuh hasil sempurna, 3 poin.
Gol Sunarto yang disambut loncatan dan histeria coach Miroslav Janu beserta jajaran official Arema tersebut, seakan mengulang peran penting Sunarto di pertandingan sebelumnya kala Arema dijamu Sriwijaya FC. Saat itu Sunarto juga menjadi penceplos boal ke gawang dan sukses membuat Arema pulang dengan membawa 1 poin. (onn/tan/ale)
















