Para punggawa Arema memang sukses membuat Persiwa Wamena babak belur di laga keras dan terbuka, Kamis (10/2) sore. Lini pertahanan, tengah sampai depan menunjukkan performa ekselen, namun, man of the match menurut coach Miro justru adalah tembok pertahanan terakhir Arema, Ahmad ‘AK’ Kurniawan.

Miroslav Janu di konferensi pers usai lawan Persiwa. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Berbicara dalam konferensi pers seusai pertandingan, Miro mengakui jika skuadnya sudah melakukan yang terbaik di bawah instruksi simplenya, yakni menggapai kemenangan. Pelatih yang dikenal keras dan dingin tersebut menyebutkan nama Ahmad Kurniawan sebagai pemain yang menunjukkan performa membanggakan sepanjang pertandingan.
“Result hari ini bagus, kemenangan 4-0 ini luar biasa, sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya. Hari ini man of the match AK. AK menunjukkan kelasnya, super performance. Terima kasih kepada pemain dan juga Aremania yang telah membuat pemain semangatnya luar biasa. Pertandingan kali ini Arema pantas memang.”

Ahmad Kurniawan. Man of the match versi Miroslav Janu. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Di pihak Persiwa, Suharno, pelatih Persiwa mengakui jika Miro lebih jeli dalam menerapkan strategi di lapangan. Meski demikian, ia juga sepenuhnya menyadari jika pemainnya sudah memberikan yang terbaik yang bisa dilakukan.

Suharno di konferensi pers usai pertandingan. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
“Kita terima kekalahan ini dengan gentle saja lah, dan hari ini memang harinya Arema. Namanya kalah pasti ada kekurangan di kita, yang jelas ya pemain kita memang kurang waspada dan banyak berbuat kesalahan. Tapi bagaimanapun juga anak-anak (pemain, red) sudah bermain dan memberikan yang terbaik, meski kita juga harus akui kekalahan ini.”
Sementara itu, di ujung penjelasannya, Miro juga menyinggung soal jadwal kompetisi yang dinilainya kurang ideal. Bukan hanya untuk Arema, tetapi juga untuk tim lain. Apalagi di tengah banyaknya pemain yang cedera dan belum lagi jika ada pemain andalan yang terkena akumulasi kartu.
“Kalau jadwal kompetisi terus seperti ini, kompetisi ini tidak fair, harus ganti jadwal. Harus ada perubahan.” (onn/sum/ale)
















