Menang hanya dengan skor 2-1 atas PS UMM, tidak membuat pelatih Arema Milomir Seslija kecewa. Ia justru puas dengan peningkatan permainan skuad Singo Edan.

Puas Dengan Performa Pemain. Milo saat memimpin latihan sebelum laga melawan PS UMM. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Berbicara di depan wartawan saat sesi jumpa pers pasca pertandingan Arema vs PS UMM, Sabtu (22/10), Milo-sapaan akrab pelatih Arema-menegaskan jika bukan hasil yang ia cari saat ujicoba. “Saya lihat proses bagaimana pemain mulai meningkat secara performa, berapapun hasil di laga ujicoba tidak masalah, yang penting hasil saat kompetisi,” ujarnya.
Pelatih berkebangsaan Bosnia Herzegovina ini menuturkan, jika permainan tim Arema terutama di babak pertama mengalami peningkatan dari pada ujicoba sebelumnya. “Lihat saja permainan di babak pertama, satu dua sentuhan yang diperagakan pemain seperti permainan yang diperagakan oleh MU atau Barcelona. Di babak pertama, kita juga memiliki banyak peluang menciptakan gol,” ungkap Milo.
Di babak pertama, kualitas permainan skuad Arema memang menunjukkan grafik peningkatan. Lini belakang mulai tenang menghalau serangan lawan, lini tengah juga mampu menjadi jembatan yang baik antara pemain belakang dan pemain depan, sementara lini depan juga beberapa kali menciptakan peluang.
Sementara untuk performa Arema di babak kedua yang menampilkan pemain yang berbeda, Milo mengungkapkan, ada beberapa pemain seleksi yang tidak layak bermain di Arema dan sekitar 2-3 pemain memiliki prospek bagus di masa depan. “Pemain yang tampil di babak dua memang butuh waktu lagi untuk berkembang, seperti Dendi Santoso yang gagal cetak gol lewat penalti, saya suka itu karena dari kesalahan tersebut ia akan belajar,” tandas mantan pelatih FC Rudar Bosnia itu.
Pelatih yang pernah bermain di Liga Malaysia ini juga menyindir kualitas 2 pemain seleksi yang ikut berlaga melawan PS UMM. Menurutnya, pemain seleksi yang tampil di laga tersebut tidak layak bermain di Arema. “Arema butuh pemain yang sempurna atau pemain yang memiliki masa depan untuk berkembang,” tegas Milo. (onn/mia)
















