Siapa Yang Bertanggung Jawab Atas Hutang Arema (2)

21 January 2012 | 10:32 pm | dibaca 2,727 kali kali

Hutang sebesar 10,6 Miliar sampai sekarang masih memilit Arema. Dari tulisan sebelumnya tampak jika laporan keuangan itu dibuat oleh mantan pelaksana harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara. Lantas, siapa yang harus bertanggung jawab atas hutang itu?

Arema tercatat masih mempunyai hutang sebesar 10 Miliar warisan dari pengurus lama, siapa yang harus bertanggung jawab ? (Foto: Ongisnade)

Arema tercatat masih mempunyai hutang sebesar 10 Miliar warisan dari pengurus lama, siapa yang harus bertanggung jawab ? (Foto: Ongisnade)

Banyak yang mengetahui jika Abriadi dulu asisten manajer merangkap pelaksana harian dan ketua panitia pelaksana pertandingan Arema LSI yang kini menjadi salah seorang pengurus teras Persela Lamongan, setelah pecah kongsi dengan Lucky.

Lucky pendiri Arema Malang sebenarnya tidak akur dengan Ketua Yayasan Arema Muhamad Nur. Nur ketika itu masih berseberangan dengan Rendra Kresna. Rendra adalah Bupati Malang merangkap Presiden Kehormatan Arema Indonesia yang kemudian pada 14 Juli 2011 menjadi Pembina Yayasan Arema bersama Iwan Kurniawan (bos PT Anugerah Citra Abadi) dan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko.

Pada Senin, 18 Juli 2011, Lucky mengumumkan susunan pengurus baru Yayasan Arema di rumahnya. Lucky jadi ketua dewan pendiri. Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Soeprapto, bekas Asisten Teritorial Panglima TNI dan Gubernur DKI, serta Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Rudolf Butarbutar, bekas Komandan Distrik Militer 0502 Jakarta Utara dan kini salah seorang Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia 2010-2015, jadi Pembina Yayasan Arema.

Sedangkan Eddy Rumpoko ikut membantu Nur melunasi 3 bulan gaji pemain—dari total 3,5 bulan gaji musim 2010-2011—pada 13 dan 14 Juni 2011. Uangnya berasal dari Grup OSO (Oesman Sapta Odang). Eddy mengaku hanya sebagai fasilitator tapi belakangan jadi Pembina Yayasan Arema kubu Rendra Kresna.

Setelah Nur bayar utang gaji, Lucky bersama Abriadi dan Andi Darussalam Tabusalla (petinggi PT Liga Indonesia) pun “merapat” ke Nur. Mereka bersekutu, tapi kemudian Abriadi dan Andi memisahkan diri. Sedangkan Nur dan Lucky “perang dingin”.

Belakangan, Iwan Budianto, mantan Ketua Badan Liga Amatir Indonesia, ikut terlibat dengan membayarkan sisa 2,5 bulan gaji musim 2009-2010 sebesar Rp 2,24 miliar. Pelunasan utang ini diumumkan pada 13 Agustus 2011 setelah acara berbuka puasa bersama. Iwan mengaku mewakili konsorsium pengusaha di Malang dan Jakarta yang memberikan uang tersebut.

Dikutip dari Tempo, Abriadi Muhara mengaku memang kesulitan menyusun rincian utang itu karena ketidakrapian pembukuan kas. Ia menyalin berdasarkan garis besar arus kas tanpa mengetahui detailnya karena ketika itu yang mengetahui persis soal keuangan adalah Rendra dan Nur.

“Yang saya tahu, hampir seluruh duit untuk membiayai Arema adalah utangan dari sejumlah donatur. Pak Iwan (Kurniawan) misalnya, sering saya pinjam duitnya untuk membiayai Arema, tapi Pak Iwan tak pernah hitung-hitungan karena yang penting bagi beliau Arema jalan dulu. Sedangkan duit yang dipinjam dari Pak Rendra tak sampai Rp 1 miliar, hanya ratusan juta,” kata Abriadi. (onn/tmp/bar/mia)

Komentar:

Radione sik loading ker...

Subscribe to Ongisnade

Recommend this on Google

Arematainment

Presenter Cantik Ini Idolakan Arema

Bagi para penikmat tayangan Indonesia Super League (ISL), mungkin belakangan mulai akrab dengan sosok Alice Callista. Ya, wanita berparas cantik
Baca selengkapnya

Ongisnadestore.com
Ongisnade.co.id




kritik dan saran