Adaptasi yang lebih lama tampaknya harus dilakukan Dejan Antonic kepada pemain Arema IPL. Sebelumnya pemain terbiasa dengan pelatihnya masing-masing.

Belum mau komentar tentang pelatih baru. TA Musafri saat berduel dengan pemain asing seleksi asal Brazil. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Kedatangan Dejan Antonic memang menimbulkan asa jika pemain bisa bergabung kembali dalam satu tim. Selama ini pemain-pemain tersebut berlatih dengan pelatih yang berbeda. Noh Alam Shah dkk misalnya lebih memilih untuk berlatih bersama Milomir Seslija beberapa waktu yang lalu. Sementara Rigan Agachi dkk lebih nyaman berlatih bersama Abdurrahman Gurning.
Usaha Dejan Antonic memang akan sedikit sulit karena harus menjembatani kedua kubu tersebut. Apalagi di latihan perdana hanya 13 pemain yang datang. Salah satu pemain senior Arema IPL yang ikut latihan, TA Musafri memilih tak terlalu berkomentar banyak terhadap pelatih baru, Dejan Antonic.
“Saya gak bisa kasih komentar terlalu banyak tentang dia. Saya ikut latihan juga sebatas menjalankan kontrak dan jaga kondisi fisik. Sekalian nunggu pemain-pemain lain baru bisa kasih komentar,” ungkapnya kepada ONGISNADE pasca mengikuti latihan di lapangan Kostrad Singosari, Kamis (26/01).
Hal yang tak jauh beda diungkapkan oleh Esteban Guillen. Pemain yang bernomor punggung 17 ini mengaku belum banyak tahu tentang Dejan. Meski demikian, Este-panggilan akrabnya-berharap yang terbaik untuk Dejan karena kalau dia sukses pasti semuanya yang ada di tim juga sukses.
Saat ditanya apakah pemain lain akan mendukung keberadaan Dejan sebagai pelatih, Esteban dengan lugas menjawab semua pemain akan mendukung. “Ya kita disini kan profesional, pasti semua akan didukung,” tegas pemain asal Uruguay ini.
Esteban sendiri dalam sesi latihan di lapangan Kostrad Singosari tampak hadir, tapi tak bisa ikut latihan karena sedang cedera yang ia dapat saat melawan Semen Padang beberapa waktu lalu. (onn/mia)












