Mantan Asisten Pelatih Ajax dan Barcelona Ingin Melatih Arema

27 January 2012 | 12:00 am | dibaca 5,635 kali kali

Mantan asisten pelatih Ajax Amsterdam dan Barcelona berminat melatih klub sepak bola Indonesia. Bahkan, riwayat hidup Gerard van der Lem, sang pelatih dari Belanda, sudah diterima Arema, baik yang berlaga di IPL ataupun ISL.

Gerard Van Der Lem, mantan asisten pelatih di Barcelona yang ingin melatih di Arema. (Foto: istimewa)

Gerard Van Der Lem, mantan asisten pelatih di Barcelona yang ingin melatih di Arema. (Foto: istimewa)

“Berkasnya kami terima Senin (23/1) kemarin. Tapi kami sudah mengontrak pelatih baru sehingga berkasnya tidak bisa diproses,” kata Noor Ramadhan, Media Officer Arema IPL di kantornya (26/01)

Menurut Nunun-sapaan akrab Noor Ramadhan-berkas van der Lem diantar langsung oleh pasangan suami istri, Poppy M.J. Tan dan Frank M. Lakwijk, yang tinggal di Kota Malang. Poppy dan Frank merupakan sahabat Gerard van der Lem.

Sebenarnya, riwayat karier Gerard van der Lem mengesankan tapi berkasnya diterima ketika manajemen Arema LPI sudah mengontrak pelatih berpaspor Serbia, Dejan Antonic. Mantan pelatih tim nasional Hong Kong ini dikontrak untuk menggantikan Milomir Seslija alias Milo, pelatih dari Bosnia-Herzegovina, dan Abdulrahman Gurning. Milo dan Gurning tak akur akibat kemelut di tubuh manajemen Arema IPL.

Dalam salinan riwayat hidupnya, Gerard van der Lem pernah menjadi pemain sayap kiri selama 11 tahun di Belanda. Pria kelahiran Amsterdam, 15 November 1952, itu bermain di 298 pertandingan dengan mencetak 45 gol. Karir kepelatihan dimulai dari 1984 hingga 1999 sebagai asisten pelatih. Ia pernah mendampingi Louis van Gaal di Ajax Amsterdam (1990-1997) dan Barcelona (1997-1998).

Setelah itu ia menjadi pelatih kepala di klub lokal AZ ’67 Alkmaar (1999-2001), Ajax Amsterdam (2001-2002), tim nasional Arab Saudi (2002-2004), klub Alsharjah, Uni Emirat Arab (2007-2008). Terakhir ia menjadi penasihat di klub Panathinaikos, Yunani (2008-2009) dan Kayserispor, Turki (2010-2011).

Poppy Tan mengaku ia dan suaminya, Frank, bukan agen pemain atau agen pelatih. Mereka punya usaha di Hong Kong dan Cina. Mereka di Indonesia untuk menghabiskan masa pensiun. Frank penggila sepak bola dan mengenal banyak pemain. Frank berteman dekat Gerard, dan saat ini Gerard sedang menganggur setelah pensiun dari Kayserispor.

“Dia tak begitu mengikuti persepakbolaan kita tapi dia sangat serius mau melatih di sini. Satu tahun terakhir dia break setelah menikahkan anaknya. Saat ini dia lagi tak ada pekerjaan dan kini dia rajin mengikuti perkembangan sepak bola di sini,” kata Poppy.

Selain ke Arema IPL, profil Gerard juga ditawarkan ke Arema ISL. Namun, manajemen Arema LSI tak sanggup merekrut Gerard karena ketiadaan anggaran. “Kami juga teman baik Pak Iwan Kurniawan (Pembina Yayasan Arema ISL), tapi ternyata Arema ISL tak punya budget dan akhirnya mereka mungkin cari pelatih lokal. Tapi kalau mereka oke, dalam seminggu ini dia bisa ke Malang,” kata Poppy.

Selain Gerard, Frank juga sempat mencari dua pelatih dari Belanda. Namun, kedua pelatih gagal dibawa ke Indonesia karena sudah terlanjur dikontrak klub di Eropa. (onn/bar/mia)

Komentar:

Radione sik loading ker...

Subscribe to Ongisnade

Recommend this on Google

Subscribe to Tribun Ongisnade's RSS Tribun Ongisnade's Youtube Channel HajarABis.com

Arematainment

Esteban: Harus Ada Satu Arema

Sosok Esteban Guillen akan dirindukan oleh Aremania. Umpan akurat dan tendangan bebasnya ikut mengantarkan Arema menjadi juara Liga Indonesia. Sebelum ke Uruguay, ONGISNADE dan beberapa
Baca selengkapnya

Videone sik loading ker...




kritik dan saran