Kehadiran Noh Alam Shah tampaknya masing dibutuhkan oleh Arema IPL. Bermain tanpa semangat bertanding seperti sebelumnya membuat skuad Singo Edan harus mengakui keunggulan Persiba 0-1.

Along mundur, Arema IPL mengalami kekalahan pertama di kandang sendiri dengan skor 0-1 atas Persiba Bantul. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Bermain di Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu, 5 Februari 2012, kedua kesebelasan bermain monoton sepanjang sepuluh menit babak pertama. Arema dan Persiba sama-sama saling “membaca” pola permainan. Setelah itu, disaksikan sekitar 15.500 penonton, Singo Edan berinisiatif menekan dan mendapat tujuh peluang. Sementara Persiba mendapat dua peluang.
Peluang terbaik didapat Arema lewat sundulan Ahmad Amiruddin di menit ke-13, tendangan bebas oleh Esteban Guillen di menit ke-23, dan bola mendatar di menit ke-31 dari sepakan Roman Chmelo. Bola sundulan Amiruddin ditangkap Wahyu Tri N, kiper Persiba. Bola dari tendangan bebas oleh Esteban mengenai sisi kanan mistar gawang Persiba. Wahyu pun mampu menghalau bola yang disepak Roman. Dua kans Laskar Sultan Agung didapat di menit ke-28 dan 41 saat terjadi kemelut di kotak 16. Kedudukan imbang kosong-kosong bertahan sampai wasit Saripudin (Bandung) meniup peluit penanda turun minum.
Keadaan justru berbalik di babak kedua. Anak-anak Bantul lebih menekan Muhammad Ridhuan dan kawan-kawan. Tim asuhan M. Basri lebih taktis bermain dan menguasai lini tengah. Sebaliknya, koordinasi permainan Arema IPL melemah dan minim kreativitas. Pemain sering salah umpan dan gagal menguasai bola. Kelemahan mengontrol bola diperagakan Legimin Raharjo di menit ke-58 saat menerima bola dari kiper Kurnia Meiga sehingga bola terlepas dan mudah disambar Ezequiel Gonzales.
Striker asal Argentina itu menggiring bola ke sisi kanan dan menerobos kotak besar. Lepas dari kawalan seorang pemain belakang Arema, Ezequiel menyepak bola menyilang dengan kaki kiri yang meluncur tepat ke arah gawang. Kurnia Meiga sebenarnya sempat loncat untuk memblok bola, tapi bola malah jatuh di sudut kiri gawang. Kedudukan berubah 1-0 untuk Persiba.
Ketinggalan 0-1 mendorong Dejan Antonic memasukkan Dendi Santoso, Sunarto, dan Johan Alfarizi untuk menggantikan Hendro Siswanto, Legimin,dan Amiruddin. Namun, Arema sudah kehilangan momentum sampai usai pertandingan dan harus mengakui keunggulan Persiba. Pertandingan itu berlangsung sengit, ditandai dengan keluarnya empat kartu kuning—masing-masing dua kartu untuk Arema dan Persiba—dan satu kartu merah untuk Sunarto.
Pemain yang sebelumnya mengikuti seleksi timnas itu diganjar kartu kuning kedua dan jadi kartu merah setelah sengaja melanggar Cornelis Kaimu dengan menendangkan bola ke tubuh Cornelis yang terduduk usai tabrakan. Wasit mengusir Sunarto saat pertandingan tinggal setengah menit lagi berakhir.
Kekalahan Arema sontak disambut kemarahan Aremania dengan melemparkan botol-botol minuman ke lapangan. Bahkan, sempat terjadi pengeroyokan terhadap Jacob Koen Njio alias Bobby, staf panitia pelaksana pertandingan, yang memicu kericuhan dengan melempar botol minuman ke tempat duduk pengawas pertandingan. Untuk diketahui, Bobby adalah mantan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang periode 1999-2004, yang juga salah seorang motor unjukrasa puluhan Aremania yang menolak Ancora jadi investor Arema pada Jumat, 20 Januari lalu.
Kekalahan itu membuat posisi Arema IPL tetap berada di peringkat 8 klasemen sementara dengan mengoleksi poin 8. Sementara Persiba memantapkan posisinya di peringkat 3 klasemen sementara dengan meraih poin 13. (onn/mia)
















