Duel dua tim “saudara” antara Arema ISL melawan Persija ISL berlangsung seru. Hasil imbang di dapat oleh kedua tim.

Fery Aman Saragih mampu mebuat satu assist yang menyebabkan Precious melakukan gol bunuh diri. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Bermain di stadion Kanjuruhan, Minggu (19/02), kedua tim tampil full tim dengan menurunkan formasi favorit masing-masing. Arema ISL memakai formasi 3-5-2, sementara Persija memakai formasi 4-4-2. Tak salah, partai ini dijuluki derby karena sejak wasit meniup peluit awal pertandingan, permainan menyerang langsung diperagakan. Belum satu menit berjalan, skuad Singo Edan sudah berhasil mendapatkan tendangan bebas namun tendangan Marcio Souza masih membentur pagar betis pemain Persija.
Setelahnya, permainan kedua tim cenderung seimbang dan lebih banyak berkutat di lini tengah. Peluang pertama Persija ISL dicetak oleh Robertino Pugliara menit ke 14. Tendangan mantan pemain Persiba Balikpapan ini masih bisa diamankan dengan baik oleh Ahmad Kurniawan. Tak mau kalah dengan peluang emas itu, Arema ISL mencoba membalas melalui Kerry Yudiono namun sepakannya di menit 17 juga masih bisa diamankan kiper Persija ISL yang malam itu dijaga oleh Galih Sudaryono.
Tekanan yang diberikan oleh Arema ISL akhirnya membuahkan hasil di menit 20. Melalui sebuah tendangan pojok yang diambil oleh Ferry Aman Saragih, bola mengarah ke kotak penalti lawan namun pemain belakang Persija ISL, Precious Emejeraye justru salah mengantisipasi sehingga bola masuk ke gawang sendiri. SKor berubah 1-0 untuk Arema ISL.
Tak ingin malu di hadapan ribuan Jakmania yang datang langsung ke stadion Kanjuruhan, Bambang Pamungkas dkk meningkatkan intensitas serangan. Hasilnya di menit ke 29, Bambang Pamungkas berhasil membuat skor 1-1 melalui sepakannya yang tak bisa ditangkap oleh Ahmad Kurniawan. Gol ini terjadi setelah Rahmad Affandi mengirim umpan dari sisi kanan pertahanan Arema ISL, Pedro Xavier yang menerima umpan itu meneruskannya ke Bambang Pamungkas yang berdiri bebas dan dengan mudah menceploskan gol ke gawang tuan rumah.
Sebelum babak pertama selesai, skuad Singo Edan sebenarnya memiliki dua peluang emas melalui Agung Suprayogi. Pertama di menit 37 sepakan mantan pemain Persisam itu masih melambung di atas gawang Persija dan selanjutnya di menit 38 sundulannya mampu digagalkan oleh Galih Sudaryono. Babak pertama ditutup dengan skor 1-1.

Tensi pertandingan yang tinggi membuat Marcio Souza diberi kartu kuning karena protes berlebihan pada wasit. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Memasuki babak kedua belum ada pergantian pemain yang dilakukan kedua tim. Namun secara permainan justru skuad Macan Kemayoran lebih banyak menguasai pertandingan. Sementara Seme Patrick dkk lebih banyak ditekan dan justru banyak bermain bola panjang yang dengan mudah bisa digagalkan oleh lini pertahahan Persija ISL. Bahkan sampai 20 menit pertandingan babak kedua berjalan belum ada peluang matang yang diciptakan kedua tim. Baru di menit 68, sundulan Pedro Xavier hanya menyamping tipis di sisi kiri gawang Arema ISL.
Sebaliknya, skuad Singo Edan tampak kesulitan menembus lini pertahanan Persija dan membuat para pemain frustasi. Tekanan untuk meraih kemenangan membuat tensi pertandingan naik. Di menit 87 sempat ada insiden ketika Ramdani Lestaluhu cedera dan dianggap memolorkan waktu pertandingan. Johan Ibo yang emosi melihat hal itu, langsung menggendong mantan pemain timnas U-23 itu ke luar lapangan. Karena dianggap melakukan kesalahan, Johan Ibo langsung diberi kartu kuning oleh wasit. Pertandingan yang disaksikan sekitar 16 ribu penonton ini juga berlangsung panas karena wasit harus mengeluarkan 7 kartu kuning, masing-masing 4 untuk Arema dan 3 untuk Persija.
Hingga peluit panjang ditiup, skor masih 1-1. Dengan hasil ini, Arema ISL tetap berada di jurang degradasi tepatnya diperingkat 16 dengan mengumpulkan 11 poin. Peringkat ini menggeser Deltras Sidoarjo, karena Arema unggul selisih gol meski memiliki poin yang sama. Sementara Persija berada di peringkat tujuh klasemen sementara dengan mengumpulkan poin 18 (onn/mia)
Arema: Ahmad Kurniawan (Gk), Seme Patrick (c), Steve Hesketh, Johan Ibo, Khusnul Yuli, Kery Yudiono/Nurul Mauludi (35′), Kim Yong Hee, Arif Arianto, Feri Aman Saragih, Agung Suprayogi/Dudi Hidayat (76′), Marcio Souza.
Persija: Galih Sudaryono (Gk), Ismed Sofyan, Leo Saputra, Fabiano Beltrame, Precious Emejeraye, Hasyim Kipuw/Amarzukih (69′), Robertino Pugliara, Rahmad Affandi/Oktavianus (55′), Ramdani Lestaluhu, Bambang Pamungkas (c)/Johan Juansyah (90′), Pedro Xavier.
















