Pemerintah terus mendesak pihak-pihak yang terlibat perselisihan di sepakbola nasional menuntaskan masalah yang terjadi. PSSI dan ISL pun diminta saling mengakui statusnya masing-masing.

Menpora mengharapkan PSSI mengakui ISL dan begitu juga sebaliknya. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)
Pernyataan tersebut diungkapkan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng Senin kemarin. “Kami membahas langkah-langkah menuju rekonsiliasi. Dan PSSI melaporkan hasil kongres tahunan di Palangkaraya kemarin,” kata Andi kepada wartawan seperti dikutip dari detik.com.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan PSSI dipimpin ketua umumnya Djohar Arifin Husin. Dia datang bersama Juru bicara PSSI, Edi Elison, Koordinator Timnas Bob Hippy, Ketua tim Rekonsiliasi Bernhard Limbong, dan Direktur Legal Finantha Rudi.
Dalam pertemuan tersebut, selain menyerahkan laporan hasil kongres tahunan di Palangkaraya PSSI juga membahas upaya-upaya rekonsiliasi.
“Saya mengharapkan PSSI mengakui ISL. ISL mengakui PSSI. Karena itu kami harus melakukan langkah-langkah yang jelas. Dan menghimbau kepada seluruh pihak melakukan langkah-langkah rekonsialiasi. Tidak hanya satu pihak saja,” tambahnya.
Andi juga mendukung usaha PSSI yang tak menyerah dalam upaya melakukan rekonsiliasi dengan mengundang klub-klub ISL. Dia juga berharap pihak yang berseberangan (KPSI) mau diajak rekonsiliasi.
“Memang upaya rekonsiliasi tidak bisa sekali saja. Butuh waktu terus dan terus. Pemerintah hanya mengharapkan PSSI satu yaitu yang diakui FIFA,” tegas dia. (onn/dtk/mia)














