Skip to main content

Follow us @ongisnadeNet

Saat Pemain Asing Arema Paling Berjasa Mulai Pergi



Musim 2009/2010 tampaknya tak akan pernah dilupakan oleh Aremania. Inilah momen dimana Arema mampu menjadi juara ISL untuk pertama kalinya.

Ridhuan saat mengangkat trofi juara ISL musim 2009/2010. Ridhuan saat mengangkat trofi juara ISL musim 2009/2010.

Polesan Robert Rene Alberts yang mampu membuat pemain "biasa" menjadi pemain luar biasa bahkan menjadi pemain bintang memang akan selalu diingat. Dan tak lupa pula kontribusi pemain asing pada waktu itu.

Ada lima pemain asing pada waktu Singo Edan merengkuh juara, Pierre Njanka, Noh Alam Shah, Esteban Guillen, Roman Chmelo dan M Ridhuan. Dan saat ini mereka mulai pergi meninggalkan Arema, bukan karena tak ingin memperkuat tim kebanggan Aremania tapi memang dianggap lagi tak mampu berkontribusi bagi Singo Edan.

pierre-njanka-wallpaper-ongisnade201101

Kepergian pertama diawali oleh Pierre Njanka pada pertengahan musim 2010/2011. Ia pergi karena manajemen Arema pada saat itu tak membayar gajinya selama kurang lebih 3 bulan. Namun masih ada 4 pemain lainnya dan kemudian ban kapten juga pindah ke Noh Alam Shah pada saat itu.

Dalam perjalanannya, pada musim 2010/2011 saat Arema dilatih oleh Miroslav Janu sempat ada ketidakcocokan antara Noh Alam Shah dan M Ridhuan sehingga dua pemain asal Singapura itu jarang bermain. Namun mereka tak sampai keluar dari tim.

Esteban Guillen saat mengangkat trofi juara ISL. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya) Esteban Guillen saat mengangkat trofi juara ISL. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)

Semusim setelahnya, Arema pun pecah menjadi dua ada yang bermain di ISL dan IPL. Namun keberadaan empat pemain asing tersebut masih ada. Roman Chmelo, Esteban, Along dan Ridhuan memperkuat Arema IPL. Masih ingat dibenak penulis, bagaimana stadion Gajayana penuh karena (mungkin) keberadaan mereka di dalam tim.

Namun prahara di Arema IPL membuat Esteban Guillen memilih keluar karena tak ingin berpolemik di tubuh Singo Edan yang saat itu masih diinvestori oleh Ancora. Dan pada waktu inilah, komposisi pemain asing juara itu berpisah. Roman Chmelo tetap di Arema IPL, M Ridhuan memilih Arema ISL sementara Along bermain untuk Persib.

Roman Chmelo, pemain asing terlama di Arema. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya) Roman Chmelo, pemain asing terlama di Arema. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)

Pada musim 2012/2013, keberadaan mereka masih menghiasi skuad Arema. Roman dan Along di Arema IPL, sementara Ridhuan akhirnya tetap bermain di Arema ISL. Namun akhirnya satu per satu mereka mulai pergi. Roman dan Along memutuskan pergi dari Arema IPL semenjak Ancora juga memutuskan untuk tak lagi membiayai operasional Arema IPL.

Akhirnya tinggal nama M Ridhuan bercokol di Arema ISL. Tak bisa dipungkiri bahwa ia masih diidolakan oleh Aremania. Tak seperti musim-musim sebelumnya memang, penampilan mantan pemain Tampines Rovers ini cenderung menurun. Akibatnya vonis PHK pun diberikan manajemen Arema Indonesia (ISL) kepada Ridhuan. Ia tak akan lagi berkostum Singo Edan sejak putaran kedua.

Ridhuan juga menjadi nama terakhir pemain asing yang dalam bahasa penulis merupakan "fantastic five" Arema sejak musim 2009/2010. Saat ini komposisi "fantastic five" itu pun mulai berpisah, tak akan ada lagi nama-nama mereka yang bagi penulis merupakan pemain asing yang sudah paham jiwa Arema seperti apa.

Bawa Arema Jadi Juara. Along saat mengangkat trofi juara di musim 2009/2010. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya) Bawa Arema Jadi Juara. Along saat mengangkat trofi juara di musim 2009/2010. (Foto: Ongisnade/Adi Kusumajaya)

Bisa saja mereka kembali suatu saat nanti, tapi jika melihat usia yang rata-rata sudah kepala 3 dan hanya Ridhuan yang masih berumur 29, susah rasanya akan kembali ke Arema sebagai pemain.

Selamat jalan fantastic five, terima kasih persembahan gelar juaranya pada Arema dan Aremania!!!

*Ditulis oleh Editor Ongisnade, Muhammad Irfan Anshori